Minggu, 10 November 2013

Tuisan 3 - Ekonomi Kita = Politikus Tanpa Data


Beberapa saat lalu saya membaca posting dari seorang ekonom yg juga pengajar di universitas ternama. Tercantum tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurut saya salah. Setelah saya cek ulang dengan data yang ada ternyata memang salah.

Ini sangat memprihatinkan. Bukan hanya karena menyangkut kredibilitas ekonom tersebut, tetapi menunjukkan bahwa perguruan tinggi kita belum melakukan tugasnya sebagai center of excellence, tetapi lebih tertarik pada politik praktis yang menjanjikan hasil instan. Padahal tugas utama perguruan tinggi adalah penelitian bukan berpolitik.

Di Amerika lembaga pemerintah dan perguruan tinggi melakukan survey – survey data ekonomi aktual yang di rilis tiap bulan secara periodik dan terjadwal. Hasil survey tersebut kemudian diolah menjadi indicator ekonomi dan dipublikasikan.

Indikator ini yang nantinya mendeteksi jika ada yang tidak wajar dan salah pada perekonomian sehingga sejak dini bias diambil langkah – langkah penyeimbang.
Indikator – indikator itu dapat dikelompokkan menjadi.
  1. Indikator tingkat produksi
  2. Indikator kelancaran Distribusi
  3. Indikator kinerja ekonomi
  4. Indikator pengendalian
Sedangkan pengendalian adalah respon autoritas keuangan dan pemerintah atas kinerja ekonomi aktual.

Berikut ini daftar indikator yang dirilis oleh pemerintah dan perguruan tinggi di Amerika.

1. Indikator Tingkat Produksi: Tenaga kerja:
  • ADP Non-Farm Employment Change
  • Non-Farm Employment Change / Non-Farm Payrolls (NFP)
  • Unemployment Claims
  • Unemployment Rate
Bahan baku:
  • Crude Oil Inventories
  • Natural Gas Storage
  • Building Permits
  • Housing Starts
Tingkat produksi:
  • ISM Manufacturing PMI
  • ISM Non-Manufacturing PMI
  • Philly Fed Manufacturing Index
  • Empire State Manufacturing Index
2. Indikator Kelancaran Distribusi (sandang, pangan, papan, dan kebutuhan sekunder):
  • Core Retail Sales
  • Retail Sales
  • New Home Sales
  • Pending Home Sales
  • Existing Home Sales
  • Core Durable Goods Orders
3. Indikator Kinerja Ekonomi: Keyakinan konsumen:
  • Prelim UoM Consumer Sentiment
  • Revised UoM Consumer Sentiment
  • CB Consumer Confidence
Keyakinan Investor: Tingkat inflasi:
  • PPI
  • Core PPI
  • CPI
  • Core CPI
Tingkat investasi:
  • Standard & Poors (S&P) Composite Index
  • TIC Long-Term Purchases
  • Bank Stress Test
Kondisi ekonomi:
  • Trade Balance
  • Final GDP
4. Indikator Pengendalian yang dilakukan: Kebijakan Moneter:
  • Federal Funds Rate
  • FOMC Statement
  • Fed Chairman Speaks/Testifies
  • FOMC Member Speaks
Kebijakan Fiskal:
  • Federal Budget Balance
  • Treasury Secretary Speaks
  • Perpajakan
Jika kita lihat runtutan indikator di atas sangat lengkap dan saling berkait. Data yang valid dihasilkan oleh survei yang valid dan peneliti yang tidak beropini.

Peneliti dan ilmuwan sesungguhnya tidak boleh beropini, ia hanya menyampaikan data dan analisa sehingga bisa dipakai pihak lain secara obyektif.

Pihak lain ini bisa berupa politikus, pemerintah, oposisi atau masyarakat, sehingga mereka berdiskusi dan memutuskan masalah atas dasar pijakan data yang sama, bukan berdasarkan selentingan atau rumor.

di Indonesia sekarang ini banyak peneliti dan ilmuwan perguruan tinggi nyambi menjadi politikus. Dua hal yang secara prinsip bertentangan. Ilmuwan bekerja tidak boleh melibatkan opini, sedangkan politikus mendapatkan kursi dan suara karena opininya diamini konstituennya.

Ada baiknya jika memang terjun ke politik praktis, tinggalkanlah perguruan tinggi, sehingga memberi kesempatan pada ilmuwan yang benar - benar mengabdi pada keilmuwannya berkarya. Jadi sebagai negara yang menuju kemajuan baru juga tersedia data - data ekonomi valid yang dirilis berkala seperti yang terjadi di negara - negara maju. Demi kemajuan Indonesia.



Analisis : Dari Tulisan di atas penulis ingin menyampaikan bahwa seorang peneliti atau ilmuan di perguruan tinggi tidak seharus nya  terjun dalam dunia politik karena tugas utama perguruan tinggi adalah meneliti bukan berpolitik. Jadi peneliti tidak boleh sekedar beropini dalam penelitiannya, ia hanya menyampaikan data dan analisa sehingga bisa dipakai pihak lain secara obyektif.

Tulisan 2 - Begini Rasanya Jadi Nasabah Asuransi yang Pailit


“Nasabah Yang Terhormat, karena Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) dihentikan ijin usahanya sejak 18 Oktober 2013, maka diharapkan datang ke kantor BAJ dengan membawa polis asuransi asli, foto kopi KTP, foto kopi rekening bank, meterai 6000 rupiah dan mengisi formulir pencairan dana.” Demikianlah short message service (SMS) dari agen asuransi BAJ yang saya ikuti, kebetulan masih keluarga.

Asuransi ini sendiri sudah berdiri sejak 1967 dan mengalami Risk Basal Capital (RBC) rendah sejak tahun 2009 dan setelah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama 4 tahun tidak berhasil memenuhi RBC 120% seperti yang dipersyaratkan.
RBC adalah cara mengukur kesehatan keuangan sebuah perusahaan asuransi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Diukur dengan menghitung kemampuan modal perusahaan dinadingkan dengan resiko investasinya.

Sebenarnya saya ikut asuransi tersebut karena mau membantu saudara yang jadi agen BAJ supaya memenuhi target dan tidak terlalu besar juga uang preminya, tetapi memang ada kesal juga si agen ini tidak memberitahukan perusahaan asuransinya sedang ‘galau’ sejak 2009, bahkan bulan Juli lalu masih minta saya tetap bayar premi tahunan.

Kalau saja dia memberitahukan saya kalau perusahaannya itu lagi mau bangkrut, maka dari awal tahun lalu saya ‘menjual’ asuransi saya dan uangnya lebih jelas dari sekarang. Kalau sudah pailit begini, maka pencairan dana akan sangat tidak jelas, apalagi kalau sudah diambil alih oleh pihak ketiga.

Tetapi dari awal saya sudah mengambil sikap tetap menghormati si ‘agen’ asuransi BAJ ini sebagai saudara dan memang ikut asuransi tersebut karena ingin membantunya, jadi tidak merasa rugi-rugi amat, malah menjadi alasan untuk saudara-saudara lain yang menawarkan asuransi/investasi lainnya untuk menolak. Mengaku saja saya trauma berbisnis dengan saudara karena sering tidak objektif dalam menilai sebuah peluang untung atau peluang rugi investasi.

Nah, bagi saudara-saudara yang menyimpan uang di lembaga asuransi terutama produk dalam negeri, supaya dicek kesehatan keuangannya apakah dalam pantauan OJK. Kalau iya, maka siap-siaplah menutup kerja sama, lebih baik rugi sedikit daripada rugi banyak.

Tetapi kalau sudah memutuskan ikut asuransi karena bujukan keluarga dekat dan ada masalah, jangan menyalahkan orang lain karena keputusan ikut atau tidak ke asuransi itu adalah hak mutlak kita. Kalau jadi rugi karena tidak memperhatikan RBC si perusahaan, maka itu salah kita bukan si saudara dekat tersebut, dia kan hanya ‘jualan’ dan kitalah yang memutuskan mau beli atau tidak, mau mengikuti perkembangan asuransinya atau tidak.
Semoga bermanfaat!



Analisis : Tulisan ini menceritakan pengalaman penulis dalam mengikuti asuransi pada perusahaan asuransi yang pailit. Yang disayangkan agen dari perusahaan tersebut tidak terbuka kepada pelanggan jika perusahaannya dalam kondisi keuangan yang buruk, penulis juga menulis saran-saran jika ingin mengikuti asuransi. Dalam menulis artikel ini penulis menggunakan bahasa informal atau bahasa sehari – hari.

Tulisan 1 - Topeng Monyet


Alangkah kaya warna-warni budayanya, first nation yang berjuang di atas tanah sendiri, dan konon ia adalah negara kepulauan terbesar atau mungkin juga terindah di dunia; kita panggil ia, Indonesia.

Berabad-abad sudah kebudayaan peradaban ini hidup dan berjuang untuk terus hidup. Salah satu kebudayaan yang giat diceriterakan ke berbagai penjuru dunia ialah kesenian. Ragam kesenian, meliputi tari, musik, teater, hingga aneka jenis lainnya.

Sejumlah kesenian tersebut dibawakan tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dari segala umur, bahkan juga warga negara asing pun ikut membantu menyebarluaskan. Mereka mempelajarinya, sampai dengan membuka program khusus di universitas untuk menekuni hal tersebut. Begitu seriusnya mereka mencari tahu tentang suatu budaya; suatu produk peradaban yang mengandung ‘nilai’.

Nilai, ya semua macam kesenian yang dipromosikan tersebut sesungguhnya mengandung nilai dasar yang mempengaruhi tumbuh kembangnya peradaban tersebut. Terdapat ‘arti’ yang mendewasakan tata tutur hingga pola pikir mereka. Namun, apakah semua hal ini cukup dipahami oleh para promotornya; mereka yang mempromosikan?.

Not really, inilah jawaban yang sering keluar dari sebagian mereka. Ada beberapa tafsiran dari jawaban tersebut. Pertama, bisa jadi mereka cukup sedikit memahami secara umum makna dan nilai dari kesenian tersebut. Kedua, jawaban tersebut bisa jadi sebagai tameng agar si penanya tidak bertanya lebih banyak lagi, karena jika ditanya bisa jadi ia tidak tahu apa-apa soal nilainya.
Itulah sebagian mereka, kita tetap mengapresiasi dan berterima kasih kepada mereka karena telah bersemangat meluaskan salah satu produk kebudayaan bangsa, Indonesia. Tapi kita akan lebih bangga lagi jika mereka juga memahami dengan baik makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam ragam kesenian yang mereka mainkan.

Pemahaman kemudian akan membawa pada kesadaran pengakuan atas nilai-nilai tersebut. Berikutnya, diharapkan nilai-nilai tersebut masuk dan melekat dalam identitas pribadi, akhirnya menjadi karakter; membentuk ciri ke-Indonesiaan.

Beberapa yang terjadi hari ini ialah; sebagian penggiat kesenian Indonesia yang sering bertandang ke berbagai penjuru dunia dan bertemu kebudayaan baru di sana, tergiring dan bahkan larut oleh budaya pop di sana. Akibat dari mereka kurang atau bahkan tidak paham akan nilai dari budaya yang mereka bawa, sehingganya kesenian tersebut hanya jadi topeng bagi mereka.


Topeng, yang dipakai hanya ketika show dan hanya berarti sebagai properti yang tak melekat dengan diri. Di luar show, mereka tidak hidup dengan nilai dari produk budaya tersebut, mereka hidup dengan nilai ‘asing’; diluar budaya asli (seharusnya).

Bukan topeng, bukan hanya menjadi topeng mestinya semua kesenian yang mereka mainkan. Menjadi pakaian inti, itulah hendaknya cara memperlakukan makna dari kesenian tersebut. Pakaian yang ketika ia dilepaskan, maka akan memberi malu bagi pemakainya. Karena itu, ia selalu dipakai kemana pun badan berjalan. Hal ini juga kelak yang menjadikan ia ‘unik’ dan berbeda. Memahami  dengan baik apa makna, nilai dari produk budaya; bisa menjadi nilai tambah bagi perkembangan life skill individu.

Penggiat kesenian harusnya bukan sekadar menjadi penghibur yang menebar hiburan kosong dan hampa. Tak hanya saja menjual gerakan dan harmonisasi nada, gerak, warna, dan kemasan luar lainnya. Itu hanya hiburan semu yang punya daya tahan lemah terhadap godaan hiburan lainnya yang dinamis dan bisa jadi lebih menarik. Hiburan semu tersebut kering, dan akan hilang sampai lenyap dengan cepat.

Itulah, salah satu penyebab banyak budaya asli Indonesia lekas lenyap. Krisis pemahaman akan nilainya oleh si pemilik budaya. Ditambah pula serbuan budaya asing yang marak dengan kekuatan kapitalnya, lumpuh sudah budaya tua itu. Tinggallah beberapa orang yang masih mencoba memperjuangkannya, namun masih agak terlunta-lunta, kurang berkekuatan ‘nilai’.

Maka bagi para pejuang nilai-nilai ke-Indonesiaan, mari coba ketahui lebih dalam makna kebudayaan tersebut. Yakinlah ketika kita mampu menemukannya, itu akan melekat menjadi sebuah pembelajaran budaya yang sesungguhnya, yang ber’nilai’. 


Dalam skala yang lebih besar, panjang, dan luas, ini akan mampu menjadi sebuah cultural understanding; memperkaya nilai pemahaman atas ragam budaya. Lebih luas lagi, usaha di atas akan memicu mutual understanding antarkebudayaan. Ini berarti semakin mendekatkan kepada perdamaian; harmonisasi peradaban, lebih dari sekadar harmonisasi nada, gerak, dan warna.

Itulah cita-cita besar jauh di depan sejatinya yang mampu diraih oleh para penggiat promosi kesenian asli, jika mampu benar-benar memahami nilai yang terkandung di dalam kesenian tersebut dan melekatkannya menjadi identitas yang dibanggakan.

Namun, jika mereka tak kunjung berniat memahami ke arah tersebut dan terus hanya berjingkrak kosong. Maka kita khawatir, suatu hari beberapa orang akan menyebut mereka tak jauh berbeda layaknya topeng monyet, bertopeng dan hanya bertugas sebagai penghibur yang mencari bayaran dan tepuk tangan.


Jika beberapa waktu lalu santer berita tentang pelarangan topeng monyet oleh seorang kepada daerah di suatu provinsi, karena alasan ekploitasi binatang. Maka jangan sampai suatu hari nanti akan keluar berita pelarangan promosi kesenian dengan alasan ekploitasi manusia.

Sebelum kegilaan itu terjadi, mari mengenal lebih dalam kebudayaan kita. Sungguh banyak nilai kearifan yang terkandung dan bisa menjadi modal berharga bagi keberlangsungan peradaban.



Analisis :  Tulisan ini menyampaikan  kepada pembaca untuk lebih menghargai kesenian indonesia. Banyak orang yang masih tidak mencintai kesenian indonesia sehingga mudah terpengaruh budaya dari luar. Akibat dari ketidak pahaman ini, kesenian tersebut hanya akan menjadi topeng bagi mereka.penggiat seni di indonesiapun seperti layaknya topeng monyet, bertopeng dan hanya bertugas menjadi penghibur mencari bayaran dan tepuk tangan. Kita harus lebih menghargai dan memahami kesenian indosia agar kesenian indonesia tidak hilang nantinya.

Bahasa Indonesia 2 - Tugas 3

Tulisan ilmiah populer adalah sebuah tulisan yang bersifat ilmiah dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti walaupun ejaannya menggunakan EYD tapi sipembaca paham tentang isi dari tulisan ilmiah tersebut. Sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Contoh Tulisan Ilmiah Populer

Efek Rumah Kaca

Pengertian efek rumah kaca, Istilah efek rumah kaca atau dalam bahasa inggris disebut dengan green house effect ini dulu berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah beriklim sedang yang memanfaatkan rumah kaca untuk menanam sayur mayur dan juga bunga bungaan. Mengapa para petani menanam sayuran di dalam rumah kaca ? Karena di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi dari pada di luar rumah kaca. Suhu di dalam rumah kaca bisa lebih tinggi dari pada di luar, karena Cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas yang berupa sinar infra merah, tapi gelombang panas tersebut terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak bercampur dengan udara dingin di luar ruangan rumah kacatersebut. itulah gambaran sederhana mengenai terjadinya efek rumah kacaatau disingkat dengan ERL.

Kemudian dari pengalaman para petani di atas dikaitkan dengan apa yang terjadi pada bumi dan atmosfir. Lapisan atmosfir yang terdiri dari, berturut-turut : troposfir, stratosfir, mesosfir dan termosfer: Lapisan terbawah (troposfir) adalah bagian yang terpenting dalam kasus efek rumah kaca atau ERK. Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek (sinar alpha, beta dan ultraviolet) diserap oleh tiga lapisan teratas. Yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh molekul gas, awan dan partikel. Sisanya yang 65% masuk ke dalam troposfir. Di dalam troposfir ini, 14 % diserap oleh uap air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37% merupakan radiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfir oleh molekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah.

Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atau H20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir dan oleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik. Terjadilah Efek Rumah Kaca. Gas yang menyerap sinar inframerah disebut Gas Rumah Kaca disingkat dengan GRK.

Seandainya tidak ada ERK, suhu rata-rata bumi akan sekitar minus 180 derajat C — terlalu dingin untuk kehidupan manusia. Dengan adanya ERK, suhu rata-rata bumi 330 derajat C lebih tinggi, yaitu 150 derajat C. jadi dengan adanya efek rumah kaca menjadikan suhu bumi layak untuk kehidupan manusia.

Namun, ketika pancaran kembali sinar inframerah terperangkap oleh CO2 dan gas lainnya, maka sinar inframerah akan kembali memantul ke bumi dan suhu bumi menjadi naik. Dibandingkan dengan pada tahun 50-an misalnya, saat ini suhu bumi telah naik sekitar 0,20 derajat C lebih.
Hal tersebut bisa terjadi karena berubahnya komposisi GRK (gas rumah kaca), yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan, GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida. hal tersebut di atas juga merupakan salah satu penyebab pemanasan global yang terjadi saat ini.


Bahasa Indonesia 2 - Tugas 2

Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa aspek yaitu?
1.    Topik yang menarik
2.    Mudah dipahami pembaca

Penjelasan :

11.      Topik yang menarik

Topik (bahasa Yunani: topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Topik biasa terdiri dari satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta  perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama - sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum, sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan. Selanjutnya topik akan dikembangkan menjadi cakupan yang lebih sempit ataupun lebih luas. Topik yang baik adalah topik yang mencakup seluruh isi tulisan dan mampu menjawab semua masalah yang akan ditulis.

22.      Mudah dipahami pembaca


Mudah dipahami oleh pembaca artinya topik yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu baku akan tetapi mudah di pahami oleh pembaca. Topik mudah dipahami oleh pembaca merupakan nilai plus bagi penulis, karena tujuan penulis membuat karya tulis untuk dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu hendaknya dalam membuat karya tulis kita tak hanya mementingkan kondisi sendiri, tetapi kita pun harus memperhatikan kondisi pembaca agar pembaca pun senang dan memahami dengan apa yang kita buat di dalam tulisan tersebut serta mudah dipahami merupakan aspek yang mentukan kualitas karya tulis. Dalam karya tulis, seharusnya menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan menggunakan EYD yang tepat agar mudah dimengerti oleh pembaca. Karya tulis yang tidak berbelit – belit, mudah dimengerti maksud inti dari penulisan tersebut, dan berfokuskan pada inti pokok pembicaraan.

Bahasa Indonesia 2 - Tugas 1


11.      Jelaskan dengan contoh “Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar”

Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara, tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dan tata bahasa).

Contoh pada teks “Undang-Undang Dasar 1945” :

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :
Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." 

        Pada teks Undang-Undang Dasar 1945 merupakan salah satu penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar karena bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah dan bukan kata popular dan bersifat objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat dan tepat.

22.      Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi

Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.
Secara umum fungsi bahas sebagai alat komunikasi dapat di artikan sebagai alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda.

Contoh fungsi bahas sebagai alat komunikasi dalam sehari hari


Misalkan seorang hansip berjaga-jaga atau melaksanakan ronda pada malam hari, pada saat mendengar teriakan maling dari suatu rumah, hansip tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa ada seorang maling. Dan timbul timbal balik antara hansip dengan orang-orang disekitar lingkungan desa.setiap orang jadi lebih mengerti tanda kentongan tersebut menandakan bahaya. Jadi, bahasa yang dipakai hansip tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.

Sabtu, 15 Juni 2013

Tugas Softskill : Menganalisa Jurnal

Nama              : Achmad Syukron
NPM               : 20211090
Kelas               : 2EB04
Judul Jurnal      : Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Dibidang Paten
Penulis             : Mastur
Sumber Jurnal   : http://www.unwahas.ac.id/publikasiilmiah/index.php/QISTIE/article/download/545/667
Tahun              : 2012

Hasil analisa
Dalam jurnal ini dibahas mengenai perlindungan hukum  hak kekayaan intelektual di bidang paten. hak kekayaan intelektual merupakan hak yang berasal dari karya karsa dan daya cipta kemampuan intelektualitas manusia yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia dan mempunyai nilai ekonomi. Manusia dalam mmenuhi segala kebutuhan hidup untuk kelangsungan hidupnya yaitu dengan menggunakan kemampuan intelektual, ilmu pengetahun dan teknologi. Intelektual merupakan hail karya luhur manusia dalam mengadptasikan dirinya dengan kehidupan nyata dalam mempertahankan hidunya mnusia mempunyai kemampuan intelektual yan berbed antara satu dengan yang lainnya. Dalam lingkup yang lebih besar, suatu bangsa mempunyai derajat yang berbeda dalam hal kemampuan imntelektual dengan bangs lainnya. HKI merupakan cara melindungi kekayaan intelektual dengan menggunakan instrumen – instrumen hukum yang ada, yakni hak cipta, paten, merek dan indikasi geografis, rahasia dagang, desain industry, desain tata letak sirkuit terpadu dan perlindungan varietas tanaman.
Hak paten adalah hak yang diberikan pemerintah yang bersifat eksklusif. Hak eksklusif dari pemegang hak paten adalah produksi dari arang yang dipatenkan, penggunaan, penjulan dari barang tersebut dan perbuatan – perbuatan yang berkaitan dengan penjualan barang seperti mengimpor dan menyimpan. Untuk mendapatkan paten harus memiliki syarat substansif yaitu : kebaharuan (novelty), bisa dipraktekan dan peindustrin (industrial applicability) mempunyai langkah inventive (inventive step) an memenuhi syarat formal. Masa berlakunya paten pada setiap Negara berbeda – beda tergantung pada ketentuan undang – undang yang berlaku di Negara yang bersangkutan. Ada yang memberikan perlindungan paten 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun sampai 20 tahun tergantung kperekonomian dan peraturan yang berlaku. Di Indonesia menurut ketentuan undang – undang nomor 14 tahun 2001 tentang paten jangka pasal 8 ayat (1) waktu perlindungan selama 20 tahun sejak tanggal penerimaan dan tidk bisa diparpanjang. Pasal 9 mengatur jangka waktu perlindungan untuk paten sederhana selama 10 tahun dan tidak dapat diperpanjang.

Dalam pembahasan jurnal ini membahas tentang perlindungan hak paten dan hukum yang mengatur tentang hak paten berdasarkan jenis jenis nya. Jurnal ini berguna untuk menjelaskan hukum hukum tentang hak paten agar masyarakat menghargai hak paten yang  ada supaya tidak menjadi plagiat yang dapat merugikan bagi pencipta hasil karyanya.